anak terlambat bicara
anak terlambat bicara

Pada tahapan tumbuh kembang anak, terdapat beberapa tugas perkembangan yang harus dilalui dengan optimal. Adapun salah satu tugas perkembangan anak ialah kemampuan dalam berbicara, atau menggunakan kosa kata dalam melakukan komunikasi dengan orang yang ada disekelilingnya. Seperti yang kita ketahui, komunikasi yang dilakukan oleh bayi sebelum ia mampu mengucapkan kosa kata, ia menggunakan tangisan sebagai bentuk komunikasi.

Anak terlambat bicara
Anak terlambat bicara

Kemudian seiring bertambahnya usia, kemudian stimulus yang diberikan oleh lingkungan, serta keadaan fisik dan psikologis yang baik akan membantunya untuk meningkatkan kemampuan dalam berkomunikasi. Pada mulanya hanya dapat mengucap kata mamaha, papah dan semacamnya.

Selanjutnya terjadinya panambahan kosa kata dengan intonasi yang jelas dan dapat dimengerti. Namun, di balik itu semua ternyata ada sebagian kecil anak yang mengalami tahapan perkembangan dalam aspek yang satu ini. Adapun penyebab terjadinya anak terlambat bicara cukuplah banyak, beberapa diantaranya akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Besar kemungkinan fungsi pendengaran yang mengalami gangguan dapat menjadi faktor pemicu anak terlambat bicara. Dengan fungsi pendengaran yang kurang opimal, akan menghambat anak untuk mendengar dan meniru setiap kata yang terucap dari orang lain.
  2. Adanya gangguan pada perkembangan otak anak, pun dapat menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan anak terlambat dalam bicara. Di mana otak sebagai pusat kontrol seluruh anggota tubuh, sehingga dengan adanya gangguan pada pusat kontrol kemungkinan akan menghambat anak dalam mengeluarkan bunyi dan kata.
  3. Posisi urutan dalam keluarga, pada umumnya anak tertua atau sulung akan dituntut untuk lebih banyak bicara daripada adik-adiknya. Dan hal ini dapat menjadi pemicu pula bagi anak lain atau adik-adiknya dalam meningkatkan keterampilan berbahasa dan berbicara.
  4. Kurangnya komunikasi dalam keluarga. Biasanya terjadi pada keluarga dengan anggota yang sedikit dan memiliki banyak kegiatan di luar rumah. Sedangkan anak ditinggal bersama pengasuh.
  5. Terlalu banyaknya menonton televisi, sehingga anak menjadi pasif. Dalam hal ini anak akan banyak diam dan mendengarkan saja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here