cyber security indonesia
cyber security indonesia

Keamanan dunia maya adalah praktik membangun pertahanan keamanan komputer, server, perangkat seluler, sistem elektronik, jaringan, dan data dari serangan jahat. Di negara kita juga dikenal sebagai keamanan teknologi informasi atau keamanan informasi elektronik yang bisa didapatkan dengan menempuh program Cyber Security Indonesia di IDS Digital College. Istilah tersebut berlaku di dalam berbagai konteks, mulai dari bisnis hingga komputasi seluler, dan hal ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori umum. 

  • Keamanan jaringan merupakan praktik pengamanan jaringan komputer dari penyusup atau hacker, baik penyerang yang ditargetkan ataupun malware oportunistik.
  • Keamanan aplikasi yang difokuskan untuk menjaga perangkat lunak dan perangkat bebas dari ancaman digital. Aplikasi yang dihack atau disusupi dapat memberikan akses ke dalam data yang dirancang dan diciptakan untuk dilindungi. Keamanan atau cyber security yang berhasil dibuat dari tahap desain, jauh sebelum program atau perangkat tersebut diterapkan.
cyber security indonesia
Business person logging in to his laptop
  • Keamanan informasi melindungi integritas dan privasi data, baik dalam penyimpanan maupun dalam perjalanan prosesnya.
  • Keamanan operasional ini mencakup proses serta keputusan untuk menangani dan juga melindungi aset yang berupa data. Hak akses yang didapatkan para pengguna ketika mengakses sebuah jaringan dan prosedur tertentu yang menentukan bagaimana dan di mana data tersebut dapat disimpan atau dibagikan, semuanya berada di bawah kategori yang satu ini.
  • Pemulihan serangan dan kelangsungan bisnis menentukan bagaimana perusahaan menanggapi insiden keamanan dunia maya atau peristiwa lain yang menyebabkan hilangnya operasi atau data. Kebijakan pemulihan serangan menentukan bagaimana perusahaan memulihkan operasi dan informasinya untuk kembali ke kapasitas operasi yang sama seperti sebelum kejadian. Kontinuitas bisnis adalah rencana tempat perusahaan berada ketika mencoba beroperasi tanpa sumber daya tertentu.
  • Mengajari end-user membahas faktor keamanan dunia maya yang paling tak terduga, yaitu manusia. Siapa saja dapat secara tidak sengaja memasukkan virus ke dalam sistem yang sebelumnya aman karena mereka tidak mengikuti praktik keamanan yang baik dan benar. Di program pembelajaran Cyber Security Indonesia mereka dimaksudkan untuk mengajari pengguna dalam menghapus lampiran email yang mencurigakan, tidak menyambungkan drive USB yang tidak dikenal, dan berbagai pelajaran penting lainnya sangat penting untuk keamanan perusahaan mana pun.

Jenis-Jenis Ancaman Dunia Maya

Ancaman yang dilawan oleh keamanan dunia maya ada tiga, yaitu:

  1. Kejahatan dunia maya mencakup pelaku tunggal atau kelompok yang mentargetkan sistem untuk keuntungan finansial atau menyebabkan gangguan.
  2. Serangan dunia maya atau dunia digital seringkali melibatkan pengumpulan informasi yang memiliki motivasi di bidang politik.
  3. Cyberterrorism dimaksudkan untuk merusak sistem elektronik yang menyebabkan kepanikan atau ketakutan.

Jadi, bagaimana aktor jahat mendapatkan kendali atas sistem komputer? Metode paling umum yang digunakan untuk mengancam keamanan dunia maya adalah Malware. Malware adalah software perangkat lunak berbahaya. Salah satu ancaman dunia maya yang paling umum ini adalah perangkat lunak yang dibuat oleh penjahat dunia maya atau peretas untuk mengganggu atau merusak komputer pengguna yang sah. Seringkali menyebar melalui lampiran email yang tidak diminta atau unduhan yang tampak sah, malware dapat digunakan oleh penjahat dunia maya untuk menghasilkan uang atau dalam serangan dunia maya yang bermotif politik. Ada beberapa jenis malware, termasuk:

  • Virus: Program mereplikasi diri yang menempel pada file bersih dan menyebar ke seluruh sistem komputer, menginfeksi file dengan kode berbahaya.
  • Trojans: Sejenis malware yang menyamar sebagai perangkat lunak yang sah. Penjahat dunia maya menipu pengguna agar mengunggah Trojan ke komputer mereka yang menyebabkan kerusakan atau mengumpulkan data.
  • Spyware: Program yang secara diam-diam merekam apa yang dilakukan pengguna, sehingga penjahat dunia maya dapat menggunakan informasi ini. Misalnya, spyware dapat mengambil data detail dari kartu kredit.
  • Ransomware: Malware yang mengunci file dan data pengguna, dengan ancaman akan menghapusnya kecuali uang tebusan telah dibayarkan.
  • Adware: Perangkat lunak periklanan yang dapat digunakan untuk menyebarkan malware.
  • Botnet: Jaringan komputer yang terinfeksi malware yang digunakan penjahat cyber untuk melakukan tugas secara online tanpa izin pengguna.

Semua hal di atas pasti akan Anda pelajari ketika Anda menempuh gelar sarjana sebagai Cyber Security Indonesia di IDS Digital Collage. Program studi yang satu ini berfokus pada Teknik Pengamanan dan Proteksi dalam dunia digital. Pilihan karir yang bisa Anda dapatkan adalah sebagai Penetration Tester, Secure Software Developer, Network Security Administrator, dan lain-lain.